UPTD SMPN 1 Mangkutana Sukses Gelar Spentana Expo Tahun 2023

Posted on

Spentana Expo 2023 – Mengakhiri tahun pertama Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), UPTD SMPN 1 Mangkutana selaku sekolah penggerak di Kabupaten Luwu Timur adakan pameran/gelar karya perayaan hasil belajar murid yang dikemas dalam acara SpentanaExpo.

Spentana Expo

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Plt. Kepala disdikbud Luwu Timur, H. Basruddin turut dihadiri oleh Camat Mangkutana, Kepsek UPTD SMPN I Mangkutana, Kepsek UPTD SMPN 2 Mangkutana, Kades Maleku, beserta seluruh Dewan Guru dan orang tua wali peserta didik UPTD SMP Negeri 1 Mangkutana.

Plt.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Drs.Basruddin dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan gelar karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (PS) siswa SMPN I Mangkutana ini. Dia berharap melalui kegiatan tersebut, agar peserta didik dapat memiliki sikap kebersamaan yang erat melalui dimensi gotong royong, kemandirian.

Jadi ini adalah merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan oleh Mas menteri Nadiem Makarim di daerah ini kurikulum kita berubah dari waktu ke waktu karena inilah melihat perkembangan zaman yang semuanya luar biasa cepatnya.

Spentana Expo

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada peserta didik UPTD SMP Negeri 1 Mangkutana yang berprestasi dalam proses pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler tahun pelajaran 2022/2023 terutama peserta didik yang meraih juara dalam berbagai event dan lomba. Juga sebagai ajang memperkenalkan berbagai kreatifitas peserta didik, serta inovasi yang dikembangkan oleh UPTD SMP Negeri 1 Mangkutana yang telah melahirkan beberapa Calon Guru Penggerak (CGP).

Kegiatan ini diramaikan dengan penampilan seperti Tari Profil Pelajar Pancasila, Tari kreasi Wonderfull Indonesia, Fashion show Busana daur ulang, serta penampilan dari Spentana Band.

Spentana Expo

Spentana Expo Tahun 2023 dilaksanakan untuk merayakan hasil belajar peserta didik kita selama setahun terakhir yakni dalam tahun pelajaran 2022-2023.

Oleh karena itu di akhir tahun pelajaran ini kami mengundang hadirin sekalian untuk turut serta mengambil bagian dalam perayaan belajar mulai dari menyaksikan anak-anak kita menerima rapor sebagai deskripsi hasil belajar mereka dan memberi apresiasi terhadap produk-produk yang telah dihasilkan melalui proses pembelajaran.

See also  3 Contoh Surat Kuasa : Definisi, Komponen, dan Jenis Wewenang

Ketua panitia, Eduard Delano Rusung, S. Pd., Gr dalam laporannya memaparkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan yang pertama bagi sekolah kami setelah melewati tahun pertama implementasi kurikulum Merdeka tetapi kami pastikan bahwa kegiatan perayaan ini menjadi salah satu kegiatan terakbar yang kami persiapkan secara intern baik dari segi pekerjaan maupun dari segi penggunaan anggaran yakni melibatkan seluruh GTK yang berjumlah 61 orang sebagai panitia.

Spentana Expo

Adapun dana dari kegiatan ini terfasilitasi dari rencana kerja anggaran dana BOS kinerja atau yang kita kenal sebagai dana sekolah penggerak UPTD SMP Negeri 1 mangkutana tahun 2023.

Dalam pameran atau gelar karya Spentana Expo tahun ini anak-anak kita menampilkan beberapa produk yang merupakan hasil dari P5 dan pelajaran prakarya dalam bentuk Peong nasi, Tape ketan manis, kripik pisang, pupuk kompos dan aneka produk kerajinan tangan hasil daur ulang limbah anorganik hingga pertunjukan yang akan menghibur kita selama kegiatan ini.

Adapun dari kegiatan P5 Peong nasi dan tape ketan manis merupakan produk dari tema kearifan lokal, keripik pisang merupakan produk dari tema kewirausahaan, dan pupuk kompos adalah produk dari tema gaya hidup berkelanjutan sehingga implementasi kurikulum Merdeka tidak hanya berdampak pada perkembangan pengetahuan peserta didik Tetapi lebih dari itu mereka kiranya akan dibekali dengan life skill untuk membentuk dan mempersiapkan mereka menghadapi kodrat kehidupan yang sebenarnya.

Spentana Expo

Dan yang terpenting dari semua itu, P5 yang merupakan salah satu pembeda dari kurikulum kurikulum sebelumnya diharapkan akan mengantar anak-anak kita untuk mencapai nilai-nilai dimensi Profil Pelajar Pancasila yakni beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinekaan Global, bergotong-royong, Mandiri, bernalar kritis dan kreatif.

Kegiatan ini tidak sekedar untuk menggelar karya anak-anak kita tetapi juga menjadi pameran yang akan menghasilkan nilai jual.

See also  45 Contoh Kalimat Persuasi dalam Iklan

Oleh karena itu kami mengajak hadirin sekalian untuk berpartisipasi lebih dalam pameran ini sebab jika kita tidak berani untuk mengapresiasi hasil kerja anak-anak kita maka, Bagaimana kita bisa menanamkan keberanian kepercayaan diri kepada mereka untuk menghadapi kodrat kehidupan yang sebenarnya dalam masa yang akan datang.

Spentana Expo

Kepala UPTD SMPN 1 Mangkutana, Adam Malik, S. Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa hari ini merupakan kegiatan untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi sesuai dengan kompetensi lulusan sejalan dengan visi Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur yakni menuju pembangunan berkelanjutan dan berlandaskan nilai agama dan budaya dalam rangka mewujudkan berbagai program inovasi kreatif.

“Pembelajaran di sekolah ini mengajak kita semua tentu kegiatan-kegiatan seperti ini yang bisa kita laksanakan dengan selalu melakukan kolaborasi dan Bergerak bersama terutama membangun manajemen iklim sekolah yang baik dalam rangka mewujudkan visi misi sekolah yaitu melahirkan sumber daya manusia yang berbudi pekerti luhur, cakap, dan bertanggung jawab.” Lanjutnya

Sementara itu, Camat Mangkutana Zulkifli Adi Saputra, S.T., mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan seperti spentana expo ini harus menjadi menjadi inovasi yang bisa role model bagi seluruh sekolah yang ada di Luwu Timur ini.

Spentana Expo

“Kegiatan ini sangat-sangat luar biasa sangat menginspirasi apa yang disampaikan tadi bapak kepala sekolah bahwa dituntut kita semua termasuk Camat untuk punya inovasi sehingga saat desakan ini dari kabupaten Saya mempunyai inovasi apa di kecamatan selain pelayanan muncullah ide-ide bahwa mungkin karena bisa mendekatkan pelayanan ke masyarakat saya coba memilih berkantor di desa sehingga inovasi itu yang sampai sekarang masih terus berjalan.”